Tema Gambar Slide 1

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 2

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Tema Gambar Slide 3

Deskripsi gambar slide bisa dituliskan disini dengan beberapa kalimat yang menggambarkan gambar slide yang anda pasang, edit slide ini melalui edit HTML template.

Rabu, 18 Januari 2017

Prakarya dan Kewirausahaan

SEJARAH PERKEMBANGAN TEKSTIL TRADISIONAL INDONESIA


 Seiring dengan perkembangan peradaban manusia dengan peningkatan kebutuhan manusia yang senantiasa menjadikan manusia termotivasi  secara agressif menjejaki baik sumber-sumber produksi maupun tempat pemasaran hasil karya inovasi setiap insan. Tentunya tiada lain adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Maka terjadilah percampuran antara kebutuhan dan keahlian diantara mereka.Barangkali dengan cara ini sehingga tekstil tradisional ikut berkembang. 
        Tekstil tradisional Indonesia berkembang dengan kreativitas setempat baik pengaruh dari suku maupun bangsa lain. Secara geografi­s, posisi Indonesia terletak pada persimpangan kebudayaan besar, antara dua benua Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasi­fik.
       Gelombang kontak perdagangan yang melewati wilayah negara kepulauan Indonesia memberikan pengaruh dan mengakibatkan akulturasi (percampuran) budaya yang tampak pada pengembangan karya kerajinan tekstil di Indonesia. Kain-kain tradisional di wilayah kepulauan Indonesia ini pada awalnya merupakan alat tukar/barter yang dibawa oleh pedagang pendatang dengan penduduk asli saat membeli hasil bumi dan rempah-rempah di Indonesia.
      Sekitar abad ke-15 Masehi, pedagang muslim Arab dan India melakukan kontak dagang dengan mendatangi pulau Jawa dan Sumatra. Pengaruh Islam secara langsung dapat dilihat pada tekstil Indonesia. Beberapa batik yang dibuat di Jambi dan Palembang di Sumatra, serta di Utara Jawa, dibuat dengan menggunakan ayat-ayat yang berasal dari bahasa Arab Al Qur’an.
      Di Indonesia juga terdapat kain sarung kotak-kotak dan polos yang banyak digunakan di Semenanjung Arab, Timur Laut Afrika, Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasi­k. Pada abad ke-13 pedagang Gujarat memperkenalkan Patola, yaitu kain dengan teknik tenun ikat ganda dari benang sutra yang merupakan busana Gujarat, Barat Laut India. Proses pembuatan kain Patola sangat rumit sehingga di India kain ini digunakan dalam berbagai upacara yang berhubungan dengan kehidupan manusia, seperti kelahiran, perkawinan dan kematian juga sebagai penolak bala. (Buku Batik Motif Jawa, Yoshimoto)
       Tekstil tradisional Indonesia berkembang dengan kreativitas setempat baik pengaruh dari suku maupun bangsa lain. Secara geogra­s, posisi Indonesia terletak pada persimpangan kebudayaan besar, antara dua benua Asia dan Australia, serta dua samudra, yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifi­k. Sumber: ‘Kain ‘ penerbit Dian Rakyat
       Melalui perdagangan dengan bangsa Gujarat, keberadaan kain Patola terse-bar luas di kepulauan Nusantara. Kain Patola umumnya hanya dimiliki oleh kalangan terbatas. Penduduk setempat yang telah memiliki keterampilan menenun pun mencoba mereproduksi kain yang sangat berharga tersebut dengan tenun ikat pakan. Di Maluku, kain ini sangat dihargai dan dikenakan dengan cara dililitkan di pinggang atau leher. Para penenun di Nusa Tenggara Timur mengembangkan corak kain tenun yang dipengaruhi oleh corak yang terdapat pada kain Patola, dengan corak yang berbeda untuk raja, pejabat, dan kepala adat dalam jumlah yang sangat terbatas dan hanya dikenakan pada upacara–upacara adat. Kain Patola dari Lio NTT ini ada yang dibuat sepanjang 4 meter yang disebut katipa berfungsi sebagai penutup jenazah. Sumber: ‘Kain ‘ penerbit Dian Rakyat
        Motif Patola juga dikembangkan menjadi kain Cinde di daerah Jawa Tengah. Kain Cinde tidak dibuat dengan teknik tenun ikat ganda, tetapi dibuat dengan teknik direct print, cap atau sablon. Kain ini digunakan sebagai celana dan kain panjang untuk upacara adat, ikat pinggang untuk pernikahan, serta kemben dan selendang untuk menari. Kain serupa terdapat pula di Palembang, disebut kain Sembagi. Sembagi yang berwarna terang digunakan pada upacara mandi pengantin dan hiasan dinding pada upacara adat. Kain Sembagi yang berwarna
gelap digunakan untuk penutup jenazah.
         Motif Patola memengaruhi motif batik Jlamprang yang berwarna cerah yang berkembang di Pekalongan, dan motif Nitik yang berkembang di Yogyakarta dan Surakarta yang berwarna sogan (kecokelatan), indigo (biru), kuning dan putih. Corak Patola juga berkembang di Pontianak, Gorontalo, dan kain tenun Bentenan di Menado. Sumber: Traditional Indonesia Textiles by John Gillow
       Kain dengan teknik tenun ikat ganda dibuat di Desa Tenganan Pegeringsingan di Bali. Kain sakral tersebut dikenal dengan nama kain Gringsing yang artinya bersinar. Teknik tenun ikat ganda hanya dibuat di tiga daerah di dunia, yaitu di Desa Tenganan Bali, Indonesia (kain Gringsing), di Kepulauan Okinawa, Jepang (tate-yoko gasuri) dan Gujarat India (kain Patola). Teknik tenun ikat ganda adalah tenun yang kedua arah benangnya, baik benang pada lungsin maupun pakan diwarnai dengan teknik rintang warna untuk membentuk motif tertentu. Sumber: ‘Kain ‘ penerbit Dian Rakyat
       Kreativitas bangsa Indonesia mampu mengembangkan satu jenis kain tenun Patola Gujarat menjadi beragam tekstil yang sangat indah di seluruh daerah di Indonesia. Contoh perkembangan kain Patola ini hanya salah satu dari bukti kreativitas tinggi yang dimiliki oleh bangsa kita. Pada tekstil tradisional, selain untuk memenuhi kebutuhan sandang, juga memiliki makna simbolis di balik fungsi utamanya.     
      Beberapa kain tradisional Indonesia dibuat untuk memenuhi keinginan penggunanya untuk menunjukkan status sosial maupun kedudukannya dalam masyarakat melalui simbol- simbol bentuk ragam hias dan pemilihan warna. Selain itu ada pula kain tradisional Indonesia yang dikerjakan dengan melantunkan doa dan menghiasinya dengan penggalan kata maupun kalimat doa sebagai ragam hiasnya.   Tujuannya, agar yang mengenakan kain tersebut diberi kesehatan, keselamatan, dan dilindungi dari marabahaya. Nilai Simbolik Status sosial, ekonomi, pendidikan, profesi, dll.
        Kain tradisional Indonesia dibuat dengan ketekunan, kecermatan yang teliti dalam menyusun ragam hias, corak warna maupun maknanya. Akibatnya, kain Indonesia yang dihasilkan mengundang kekaguman dunia internasional karena kandungan nilai estetikanya yang tinggi.Dengan demikian maka dapatlah dipastikan bahwa texstil tradisional indonesia berkembang melalui ercampuran budaya setempat dan dari luar.


SEABlog_01 Blog Sebagai Media Pembelajaran

Pelatihan Dalam Jaringan Pemanfaatan Blog Sebagai Media Pembelajaran 
Selamat datang dalam pelatihan dalam jaringan SEAMOLEC.ORG Pemanfaatan Blog Sebagai Media PembelajaranPlatform yang digunakan untuk pelatihan dalam jaringan ini adalah Blogger yang berkembang dengan cepat. Bisa digunakan dengan sangat mudah, ringan, cepat, stabil, handal dan jumlah yang bebas untuk membuatnya.
Tujuan Pelatihan
Secara umum, pada akhir pelatihan dalam jaringan peserta dapat  memanfaatkan blog sebagai sumber pembelajaran, bahan pengajaran, dan media pembelajaran yang optimal untuk dapat meningkatkan profesionalitas guru dan prestasi peserta didik.
 Secara khusus, peserta diharapkan mampu:
a.   Mengetahui pentingnya penggunaan blog untuk pembelajaran
b.   Mengetahui tools yang terdapat dalam aplikasi blog
c.    Melakukan pencarian, pengunduhan, serta penyematan sumber belajar-mengajar dari web
d.   Membangun blog dengan tools yang tersedia untuk proses belajar mengajar yang dikelolanya secara profesional
Persyaratan Peserta :
1.   Mengerti konsep dasar komputer
2.   Pernah mempelajari/menguasai pemrograman HTML
3.   Mempunyai perangkat komputer/laptop
4.   Memiliki koneksi internet minimal 1 Mbps.
5.   Memiliki bahan ajar
Materi Kursus
1.   Pengenalan Blog
2.   Pembuatan Blog
3.   Pembuatan Artikel
4.   Menambahan Materi
a.   Video
a)   menambahkan video dari youtube
b)   mengembangkan video menggunakan Screen Cast o Matic
b.   Audio
c.    File
d.   Quiz memanfaatkan http://www.proprofs.com
5.   Pengenalan Fitur Blogger
6.   Mengubah Template
7.   Penambahan Widget 
8.   Optimasi Blog
STRATEGI PEMBELAJARAN
1.   Pelaksanaan pelatihan dilaksanakan secara dalam jaringan(online), materi dan penugasan menggunakan platform MOOC (mooc.seamolec.org)
2.   Pelatihan berlangsung 16 -29 Januari 2017.
3.   Jaringan komunikasi menggunakan Whatsapp Group dan Video Confrence
http://www.resepkuekeringku.com/2014/11/resep-donat-empuk-ala-dunkin-donut.html http://www.resepkuekeringku.com/2015/03/resep-kue-cubit-coklat-enak-dan-sederhana.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/10/resep-donat-kentang-empuk-lembut-dan-enak.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/07/resep-es-krim-goreng-coklat-kriuk-mudah-dan-sederhana-dengan-saus-strawberry.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/06/resep-kue-es-krim-goreng-enak-dan-mudah.html http://www.resepkuekeringku.com/2014/09/resep-bolu-karamel-panggang-sarang-semut-lembut.html